"The ladder of the future" atau bisa di artikan dengan "Tangga Masa Depan" adalah cerita perjalanan pendidikan saya atau mungkin lebih dikenal dengan riwayat pendidikan saya. "The ladder of the future" akan membahas tentang perjalanan pendidikan saya, mengapa saya memberikan judul The ladder of the future (Tangga Masa Depan) ? karena bagi saya, untuk mengapai cita - cita kita di masa depan, bukanlah hal yang mudah, susah senang sudah menjadi hal yang biasa yang harus kita lewati, seperti jenjang pendidikan misalnya. Jenjang pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga ke Universitas merupakan salah satu contoh dari Tangga Masa Depan.
Ya mengurangi basa basinya, berikut inilah jenjang pendidikan yang telah saya lewati.
1. TK GMIM EBEN HEAZER KAKASKASEN
TK GMIM EBEN HEAZER KAKASKASEN beralamatkan Jl. Siswa, Kakaskasen Tiga, Kec Tomohon Utara, Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Disini merupakan tempat Kedua saya mengenal, dan menimbah ilmu. Disinilah tempat saya dididik dan mungkin tempat bersenang - senang saya pada waktu itu. Saya merupakan anak yang penuh dengan semangat, sangat antusias untuk berangkat kesekolah, seingat saya, saya tidak pernah terlambat dan tidak pernah alpa dalam menjalankan proses belajar ditempat ini. Seingat saya, saya pernah mendapat Julukan "Anak yang hebat dalam Menggambar dan Mewarnai" dibandingkan anak - anak lainnya, bahkan setiap menggambar atau mewarnai, karya saya selalu menjadi pusat perhatian oleh guru - guru, dan selalu di angkat dan di tunjukan ke teman - teman lain saat apel pagi dengan tujuan agar semua bisa melakukan hal yang sama dengan saya (Bukan sombong tapi yah begitulah kenyataannya wkwk)
2. SD GMIM 1 KAKASKASEN
Selanjutnya saya melanjutkan pendidikan di SD GMIM 1 Kakaskasen yang beralamatkan di Jln Raya Manado Tomohon, Kakaskasen Tiga, Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon.
Ditempat ini sedikit berbeda dari pada TK, dimana pada waktu itu saya tidak terlalu suka karena sudah tidak ada lagi tempat bermain seperti di TK. Tapi saya juga senang karena seragam yang digunakan lebih banyak dari pada waktu di TK hahaha.
Semasa saya disini, saya menjalankan pendidikan yang sama seperti anak lainnya, selebihnya normal, jarang alpa maupun izin. Saya juga tergolong anak yang suka datang pagi - pagi sekali (sering datang menjadi orang pertama di sekolah) karena ingin menjadi pemimpin barisan saat apel haha.
Saya juga tergolong anak yang aktif, semasa SD saya aktif dalam kegiatan berupa Drumband, Pramuka, dan Paduan Suara, Meskipun demikian, banyaknya aktifitas ekskul tidak menjadi alasan bagi saya untuk tidak fokus dalam pembelajaran dikelas. Dikelas saya juga anak yang aktif, dan juga cukup pandai haha~ ranking pertama saya yaitu Rank 9 waktu itu di kelas 1, kemudian seiring dengan waktu Rank saya terus naik, awalnya hanya di 10 besar kemudian mulai ke 5 besar, hingga rank paling tinggi yang saya dapatkan sewaktu SD yaitu Rank 3 dan itu membuat saya masuk dalam kelas bimbingan kusus Sistel (Siswa Teladan) dan yah mungkin pada saat itu saya tidak merasa bangga karena pemikiran saya pada waktu itu benar - benar masih sangat kanak - kanak, dan saya tidak terbiasa dengan jam pelajaran yang lebih lama dari pada murid - murid yang lain. Disaat murid - murid yang lain sudah pulang, kami pada waktu itu yang hanya sekelas dengan murid yang hanya mungkin sekitar 10 (yaialah sistel ah siap wkwk) harus tetap disekolah untuk belajar (Les) karna waktu itu kami dipersiapkan untuk mengikuti lomba.
3. SMP KRISTEN KAKASKASEN
Setelah lulus dari SD, saya melanjutkan pendidikan saya di SMP Kristen Kakaskasen, yang alamatnya sama dengan TK saya karena TK dan SMP lokasinya saling berhadapan. Btw mungkin dari tadi kalian membaca sekolah saya mulai dari TK SD dan SMP itu di Kakaskasen, itu karena rumah saya juga di Kakaskasen, jadi orang tua saya memutuskan untuk menyekolahkan saya ditempat yang lebih muda untuk dijangkau (mybe).
Disini juga saya menjani proses pendidikan yang normal sama seperti dengan anak - anak pada umumnya, dan seperti biasa saya tipikal orang yang jarang terlambat ataupun alpa. Disini saya juga masi jadi pribadi yang aktif dalam kegiatan ekskul. Disini saya masih mengikuti Drumband, Pramuka, dan juga Paduan Suara. Dan tentunya masih sama seperti di SD, banyaknya kegiatan tidak menjadi alasan bagi saya untuk menurun dalam hal belajar di kelas, bahkan reanking tertinggi saya di SMP adalah Rank 2.
Oiyah, sebenarnya saya juga tergabung dalam OSIS, tapi pada waktu itu OSIS disini tidak berperan aktif karena anggotanya hanya dipilih berdasarkan jabatan nya dikelas. (Karna waktu itu saya adalah Ketua kelas / Wakil Ketua kelas) jadi saya tidak ingin membahas ini lebih panjang lagi.
3. SMA KRISTEN 1 TOMOHON
Ketika saya lulus dari SMP, saya melanjutkan sekolah di SMA KRISTEN 1 Tomohon atau lebih dikenal dengan SMAKER yang berlokasikan di Talete 2, Kec Tomohon Tengah Kota Tomohon. Semenjak lulus dari SMP saya benar - benar ingin melanjutkan sekolah saya di SMAKER, mengapa? karena SMAKER merupakan salah satu skolah terekomendasi atau skolah unggulan di Kota Tomohon. Skolah ini sudah dikenal dan diakui masyarakat dari dulu bahwa sekolah ini adalah salah satu sekolah terbaik dengan memiliki siswa dan siswi yang berprestasi.
Disini saya juga tetap menjadi pribadi yang aktif dalam kegiatan seperti OSIS, dan PMR. Waktu saya di OSIS saya menjadi bagian OSIS selama dua periode dengan diberikan kepercayaan sebagai bagian dari Sekbid 9 (TIK). Begitu juga dengan PMR saya bergabung dengan PMR sejak kelas 10 hingga kelas 12. sedikit berbeda dengan sebelumnya, di SMA saya sudah tidak lagi mengikuti ekskul seperti Paduan Suara, Pramuka, atau Drumband (kalo di SMA sudah lebih dikenal dengan Marching Band but yah basically sama sajah -_-) Karena semakin banyak kita mengikuti ekskul, semakin sedikit waktu kita untuk belajar dikelas. Itu semua dikarenakan semua ekskul di SMAKER semuanya ekskul aktif, jadi banyak sekali waktu yang digunakan untuk latihan dan lomba, tidak heran bahwa SMAKER dikenal di masyarakt dengan prestasi - prestasinya.
Tingkat persaingan belajar di SMA juga lebih berat dari pada sebelumnya, seperti yang saya jelaskan bahwa skolah ini (SMAKER) merupakan sekolah favorit otomatis banyak sekali siswa - siswa dari berbagai daerah datang di sekolah ini, bahkan siswa - siswa di Smaker tidak semua berdomisili di kota Tomohon, siswa - siswa luar kota Tomohon juga banyak disini seperti Tondano, Sonder, dsb. Bahkan sekolah kita juga pernah menerima siswa dari Jepang sebagai bentuk dari pertukaran pelajar selama 1 semester antara pelajar Indonesia dan Jepang.
selebihnya menurutsaya SMA adalah tempat terbaik sepanjang masa dalam saya menjalankan studi saya, hingga saya lulus dan berkuliah, saya merasa SMA adalah tempat paling nyaman yang perna saya alami.
4. UNIVERSITAS NEGERI MANADO
Ketika lulus SMA saya memutuskan untuk melanjukan pendidikan saya di Universitas Negeri Manado atau lebih dikenal dengan UNIMA. Sejujurnya sebelum saya memutuskan untuk kuliah di Unima saya sempat bingung mau lanjut dimana, sebagian besar teman - teman saya di SMA ingin saya tetap bisa sama - sama dengan mereka di Universitas Sam Ratulangi Manado (Unsrat). Meskipun sempat dilema, tapi akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti kata hati saya untuk lanjut di Unima.
Dengan harapan besar dimasa depan saya bisa menjadi seorang pendidik (guru) saya akhirnya memutuskan untuk melanjutkan studi saya di Unima.
Unima bagi saya adalah dunia baru, dimana saya bisa keluar dari zona nyaman saya, mengapa? mulai dari teman seperjuangan. Mungkin dulu teman - teman saya berdomisili yang sama dengan saya, disini berbeda. Disini teman - teman saya berdomisili beraneka ragam, bahkan sulit bagi saya untuk mendatanginya haha~ ada yang dari Medan, Jambi, Jakarta, Toraja, Sanger, Talalud dsb. Karena dengan latar belakang yang berbeda - beda awalnya itu membuat saya kesulitan dalam berinteraksi. Disaat saya mencoba untuk berbicara mereka tidak mengerti apa yang saya katakan, begitu juga sebaliknya. Dan itu membuat saya sedikit merasa tidaknyaman disini pada waktu itu.
Namun seiring waktu berjalan, akhirnya kita bisa berinteraksi satu sama lain, dan kita bisa belajar banyak hal bersama - sama. Mulai dari berbagi cerita tentang budaya kita dll. Disinilah saya belajar bahwa perbedaan itu bukanlah hal yang buruk, malahan disini saya merasakan bahwa perbedaan itu merupakan hal yang menyenangkan.
Cara belajar yang berbeda dengan SMA pada mulanya saya juga merasa tidaknyaman, tapi akhirnya saya mulai terbiasa dan saya mengerti arti dari kedewasaan sebenarnya. Dulu mungkin guru harus selalu mengingatkan anak - anak untuk membuat tugas, tapi disini tidak, Dosen hanya memberikan sekali peringatan, dia tidak akan mengulanginya. dan selebihnya kita mahasiswa memang harus menjadi lebih mandiri.
Saya menikmati perkuliahan saya, saya selalu mendapatkan nilai yang baik. Meskipun ada dimana saya merasa lelah, bahkan jengkel dengan apa yang terjadi disini. Tapi disisi lain pasti ada dimana saya harusnya lebih bersyukur bahwa tidak semua orang bisa merasakan perkuliahan seperti yang kita rasakan hari ini. Dan itulah yang membuat saya tetap bertahan hingga detik ini.
Untuk menggapai masadepan yang indah kita harus menaiki tangga - tangga itu untuk dijadikan bekal dan bahkan senjata kita untuk hidup dimasa depan yang kita sendiri belum tahu seperti apa dia akan datang. Meskipun untuk menaiki tangga - tangga itu tidak mudah, kita harus lebih berusaha dan berikan yang terbaik agar kita dapan menaikinya. Karena seperti yang kita ketahui bersama, bahwa didunia ini, tidak semua orang bisa menaiki tangga - tangga tersebut. Jadi bersyukurlah kita yang bisa menaiki semua tangga tersebut, besar harapan. semoga dengan menaiki anak tangga ini, kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan, dan apa yang kita dapatkan dari tangga ini itu bisa menjadi bekal dan senjata kita untuk menghadapi masa depan yang masi penuh dengan tanda tanya.
Dan itulah anak - anak tangga yang telah saya naiki dan juga yang masi sementara saya naiki, oiya hampir lupa. Sebelum kita menaiki tangga - tangga itu, satu hal yang harus kita ketahui bahwa dibawah tangga itu harus ada fondasi yang kuat agar tangga itu bisa berdiri dengan kokoh. Dan apakah fondasi itu?
fondasi itu adalah "KELUARGA"





Wah sukses terus leonard
BalasHapusTerimakasih
Hapusmantap, lanjutkan. semangat menulis...
BalasHapusSemangat nyong unima
BalasHapus